i'm in process to be success

i'm in process to be success

Senin, 10 September 2012

PENGARUH MUSIK TERHADAP PERKEMBANGAN JANIN DAN ANAK




 Mulai usia 10 minggu, janin sudah bisa mendengar suara-suara dari tubuh ibunya, seperti detak jantung, desir aliran darah, dan bahkan belaian pada perut ibu. Selanjutnya, sekitar usia 16 minggu, janin mulai bisa mendengar suara-suara dari luar tubuh ibu. Itu bisa dibuktikan dengan mengajak janin bicara ataupun memperdengarkan musik jenis apa saja. Sebagai reaksi, ia akan bergerak-gerak yang menandakan otaknya dapat menerima rangsangan dari luar.
Selain suara ibu, ayah, atau kakak si bayi, musik adalah bentuk rangsangan yang paling disarankan untuk memicu pertumbuhan sel otak janin. Musik sangat berpengaruh terhadap perkembangan bayi dan anak, musik akan memberi rangsangan-rangsangan positif kepada otak anak.
Musik akan memberikan efek keseimbangan emosi dan ketenangan. Dengan demikian, setelah lahir ia akan tumbuh menjadi anak yang tidak cengeng dan mudah berkonsentrasi. Dengan modal ini, kemampuan bicaranya akan ikut terpacu, disusul kemampuan bersosialisasinya yang muncul lebih cepat, dengan kemampuan berkonsentrasi yang tinggi, anak juga lebih mudah menyerap informasi yang didapat dari lingkungan,semakin banyak informasi yang dimilikinya, tentu semakin cerdas pula anak tersebut
Beberapa penelitian membuktikan bahwa musik memberikan rangsangan-rangsangan yang kaya untuk perkembangan kognitif, kecerdasan emosional, mengasah daya nalarnya dan lainnya.
1.        Kognitif adalah proses dan produk pikiran untuk mencapai pengetahuan yang berupa aktivitas mental seperti mengingat, mensimbolkan, mengkategorikan, memecahkan masalah, menciptakan dan berfantasi.
 Penelitian menunjukkan bahwa musik dapat memberikan rangsangan-rangsangan yang kaya untuk segala aspek perkembangan secara kognitif dan kecerdasan emosional.  Mengacu pada perkembangan kognitif dari Piaget (1969) dalam teori belajar yang didasari oleh perkembangan motorik, maka salah satu yang penting yang perlu distimulasi adalah keterampilan bergerak. Melalui keterampilan motorik anak mengenal dunianya secara konkrit. Dengan bergerak ini juga meningkatkan kepekaan sensori, dan dengan kepekaan sensori ini juga meningkatkan perkiraan yang tepat terhadap ruang (spatial), arah dan waktu.

2.        Kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali emosi diri, yang merupakan kemampuan seseorang dalam mengenali perasaannya sendiri sewaktu perasaan atau emosi itu muncul dan  mampu mengenali emosinya sendiri.
Evelyn Pitcer dalam Kartini (1982) mengatakan musik membantu remaja untuk mengerti orang lain dan memberikan kesempatan dalam pergaulan sosial dan perkembangan terhadap emosional mereka. Kecerdasan emosional perlu dikembangkan karena hal inilah yang mendasari keterampilan seseorang di tengah masyarakat kelak, sehingga akan membuat seluruh potensi anak dapat berkembang secara lebih optimal.
Proses mendengar musik merupakan salah satu bentuk komunikasi afektif dan memberikan pengalaman emosional. Emosi yang merupakan suatu pengalaman subjektif yang terdapat pada setiap manusia. Untuk dapat merasakan dan menghayati serta mengevaluasi makna dari interaksi dengan lingkungan, ternyata dapat dirangsang dan dioptimalkan perkembangannya melalui musik sejak masa dini.

Ø   Jenis Musik yang Cocok
Tidak semua musik dianjurkan untuk diperdengarkan pada janin, bayi dan balita. Yang tidak disarankan adalah musik dengan irama keras dan cepat, seperti irama rock, disco, serta rap. Musik yang terlalu keras akan membuat mereka tegang dan gelisah, karna itulah musik yang memiliki ketukan cepat dan keras tidak diperbolehkan dperdengarkan kepada anak.
Sebaiknya yang diperdengarkan kepada bayi dan anak adalah lagu klasik karna lagu klasik bersifat lembut dan halus karna akan membuat janin dan anak akan merasa tenag bila mendengarnya. Memilih lagu pun harus pada saat yang tepat contohnya saat anak akan tidur perdengarkanlah lagu yang membuat anak relaks, dan sebaliknya pada saat anak sedang beraktifitas perdengarkanlah lagu gembira yang akan membuat anak bersemangat.
Musik klasik bila rajin diperdengarkan pada janin akan baik hasilnya karna akan membuat dapat memicu percabangan sel-sel otaknya, melatih konsentrasi, dan mengasah daya nalarnya, dengan demikian, setelah lahir ia akan tumbuh menjadi anak yang tidak cengeng dan mudah berkonsentrasi.


Ø   Faktor-faktor yang Menyebabkan Musik Berpengaruh pada Perkembangan Janin dan Anak

Don Chambell dan telah terbukti musik dapat dapat menstimulasi otak bayi agar lebih aktif saat bermain. Musik yang lembut dapat membuat bayi tenang beristirahat sehingga orang tuanya juga dapat beristirahat dengan baik.
Musik klasik umumnya digunakan mengingat dasar-dasarnya sendiri menyerupai ritme denyut nadi manusia. Jenis ini lebih dimungkinkan untuk bisa masuk dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia. Menurut penelitian, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80% dengan musik. Jika kurang menyukai musik klasik, musik yang berirama tenang dan mengalun bisa diperdengarkan pada janin, bayi dan anak-anak, musik ini pasti tetap memberi pengaruh yang baik bagi perkembangan anak khususnya anak usia TK.
Jadi, Musik itu sangat berpengaruh terhadap perkembangan bayi dan anak karena musik akan memberi rangsangan-rangsangan yang baik untuk perkembangan otak. Hampir semua jenis musik memberi pengaruh yang baik seperti musik klasik yang akan membuat perasaan tenang yang berdampak besar saat anak tersebut tumbuh, namun ada pula jenis musik yang tidak baik diperdengarkan kepada janin dan anak, seperti jenis musik rock,disco, rap karna musik tersebut akan membuat perasaan anak menjadi tidak tenang dan cenderung membuat anak gelisah.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar